Dark Eye Circle
Posted on April 28, 2015 in skin problem
dark eye

Dark eye circle, lingkar hitam seputar mata atau sering disebut mata panda atau mata lelah, dianggap sebagai suatu kondisi kelelahan akibat bekerja atau kurangnya frekuensi tidur. Meskipun hal ini dapat dibenarkan, namun kenyataannya genetic sangat memegang peran dalam terbentuknya lingkaran hitam di mata. Apakah yang sebenarnya terjadi saat anda mengalami atau memiliki lingkaran hitam di bawah maupun seputar mata ?

Secara sederhana dapat dijelaskan, periorbital dark circles merupakan akibat dari lapisan kulit di bawah mata lebih tipis sehingga pembuluh darah dan darah di dalamnya tampak lebih jelas dibandingkan bagian lain tubuh kita. Sebagai referensi, kulit seputar kelopak mata, atau disebut kulit periorbital, rata-rata memiliki ketebalan sekitar 0,5mm dibandingkan dengan kulit bagian tubuh lain memiliki ketebalan rata-rata 2mm.Alasan kenapa pembuluh darah seringkali terlihat berwarna biru bukan karena darah di dalam pembuluhnya adalah biru, namun karena kulit atau jaringan subkutan hanya dapat dilewati panjang gelombang sinar biru. Sebagai akibatnya, hanya sinar biru yang direfleksikan kembali dan vena tampak berwarna biru. Konsep ini sama persis dengan kondisi kulit di bawah mata. Lingkar gelap kebiruan tersebut biasanya adalah sebagai akibat dari cahaya yang direfleksikan kembali dari pembuluh darah yang terdapat tepat di bawah permukaan kulit yang sangat tipis. Ditambah lagi, saat kita mulai bertambah tua, kulit kita kehilangan elastisitas dan kemampuan untuk regenerasi dan sebagai akibatnya, kulit menjadi bertambah tipis. Sehingga orang tua memiliki lingkar mata hitam yang lebih nyata, tak peduli seberapa banyak mereka tidur. Seperti halnya juga mereka yang dengan predisposisi genetic memiliki kulit lebih tipis di bawah mata.

Hal lain yang dapat menyebabkan ligkar mata hitam adalah hiperpigmentasi periorbital, yang pada dasarnya adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh jumlah melanin yang lebih banyak diproduksi pada kulit di sekitar mata, sehingga akan tampak sebagai bagian kulit yang lebih gelap dibandingkan sekitarnya. Hal ini sering ditemukan pada mereka yang memang memiliki warna kulit lebih gelap.

Beberapa lingkar hitam mata dapat disebabkan oleh membesarnya kantong lemak di bawah mata, atau dari cekungan di bawah mata. Terdapat suatu kondisi yang disebut tear trough atau nasojugal groove (cekungan), yaitu suatu lengkungan semisirkuler dari bagian dalam mata sampai ke bagian luar membentuk palpebromalar groove. Tear trough yang dalam dapat membentuk suatu bayangan yang juga tampak sebagai bagian yang gelap di bawah mata. Ini juga dapat membentuk suatu garis yang memisahkan kelopak mata bawah dengan pipi, dan merupakan tanda awal penuaan dini di sekitar mata. Pasien dengan tear trough yang dalam sering mengeluh terlihat lebih lelah dan lebih tua dibandingkan kondisi yang sebenarnya.

Tear trough disebabkan oleh penarikan kulit kelopak mata bawah kea rah tulang di bawahnya. Proses penuaan memicu terjadinya kehilanga volume dan kekenyalan kulit kelopak mata mawah, sehingga memicu tear trough tampak lebih prominen. Kantong mata bagian bawah juga menyebabkan tear trough lebih tampak, dan bayangan menjadi lebih jelas. Bahkan pasien usia muda sudah dapat mengalami deformitas tear trough.

 

Sebelum mengobati dark eye circle, sangat penting untuk mengidentifikasi apa penyebab dark eye circle. Pada beberapa kasus dibutuhkan kombinasi beberapa modalitas terapi, terutama pada kasus dengan penyebab multifactor.

Krim pencerah mata

Pencerahan kulit seputar mata dapat dilakukan dengan penggunaan krim yang mengandung bahan pencerah, tentunya dipilih bahan dan konsentrasi yang aman karena kulit di seputar mata memiliki ukuran yang lebih tipis dan seringkali lebih sensitif dibandingkan kulit di bagian wajah lainya.

Chemical peel

Pengolesan cairan peeling yang sesuai dapat dilakukan untuk area seputar mata, dengan tujuan mengurangi pigmentasi, meningkatkan produksi kolagen dan memperbaiki kualitas kulit secara keseluruhan. Tetunya seperti halnya penggunaan krim pencerah mata, cairan chemical peeling juga harus dipilih yang paling sesuai dengan kondisi kulit kelopak mata yang tipis, serta dipertimbangkan kapan chemical peel area mata dapat diulang.

Laser

Terapi laser yang dapat dilakukan pada kasus dark eye circle pada dasarnya memiliki target terapi yang sama dengan chemical peel. Namun karena prinsip dasar terapi yang sangat berbeda, kedua terapi ini dapat dikombinasi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pilihan laser yang dapat dilakukan adalah laser untuk mengurangi pigmen, dengan kekuatan yang diatur sesuai, sehingga didapatkan efek pengurangan pigmen kulit seputar mata, sekaligus sel kulit mati dihilangkan dan krn ada efek pemanasan dari sinar laser akan memicu pembentukan kolagen dan mengurangi kerut seputar mata.

Filler

Injeksi filler di bagian bawah mata dengan bahan yang mengandung asam hyaluronat saat ini semakin sering dipakai untuk koreksi dark eye circles yang disebabkan oleh penipisan kulit di bawah mata, atau hilangnya lemak dan jaringan di bawah mata maupun bagian atas pipi. Hal ini tidak akan pernah mampu dikoreksi dengan pilihan terapi yang lain. Filler asam hyaluronat diabsorbsi oleh badan dalam beberapa bulan hingga satu tahun, sehingga efeknya bersifat sementara. Filler permanen yang diijinkan dilakukan di area bawah mata hanyalah dari sel lemak sendiri, itupun jika sel lemak bertahan saat dilakukan proses transfer lemak.

Injeksi filler menjadi pilihan yang sangat tepat jika elastisitas dan ketebalan kulit di bawah mata masih cukup baik. Namun jika elastisitas kulit sudah sangat berkurang disertai kulit yang sangat tipis, dengan teknik tertentu dan proses berthap masih meungkinkan untuk didapatkan hasil yang baik. Injeksi filler area di bawah mata memerlukan teknik, keahlian dan pemahaman sifat filler, oleh karena area ini merupakan salah satu area dengan resiko tinggi untuk injeksi filler. Tidak semua jenis filler yang ada di pasaran dapat diinjeksikan di area bawah mata.

 

 

Penanganan tradisional untuk kantong mata adalah dengan menghilangkan kantong lemaknya, namun, hal ini malah menambah kesan skeletonisasi (tulang tengkorak makin menonjol). Pendekatan terbaru adalah dengan mengisi lapisan dengan filler, yang dapat menambah volume dan hidrasi di sekitarnya. Filler ini akan menghaluskan cekungan dan mempersamar kantong mata. Filler yang diinjeksikan untuk projeksi bagian atas pipi dapat mempersamar dan meningkatkan perbaikan pada area bawah mata.

Saat ini injeksi filler dapat dilakukan dengan microcannula yaitu suatu jarum dengan ujung tumpul, sehingga dapat dihindari pemotongan pada pembuluh darah, dibandingkan dengan teknik lama yang memakai jarum tajam. Hasilnya secara signifikan lebih aman dan mengurangi bengkak dan lebam/kebiruan pasca tindakan. Jenis filler yang dipakai dan lokasi injeksi disesuaikan dengan kondisi anatomi masing-masing pasien yang unik. Hasil yang dirasakan pasien adalah segera setelah injeksi dilakukan, dan biasanya memerlukan pengulangan antara 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung jenis filler yang dipakai. Pengulangan diperlukan untuk mempertahankan hasil tetap baik.

Pencegahan

Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian dark eye circle atau mempertahankan hasil koreksinya. Atau pada kasus yang sifatnya sangat ringan dan sementara, bahkan hal ini dapat memperbaikinya, yaitu :

  • Istirahat yang cukup, karena kurang tidur akan menyebabkan dark eye circle semakin terlihat
  • Kompres dingin dapat mengurangi pelebaran pembuluh darah
  • Gunakan kaca mata anti matahari yang cukup lebar untuk mencegah pembentukan pigmen gelap seputar mata
  • Tidur dalam posisi kepala agak terangkat akan mencegah drainase cairan ke seputar mata, yang dapat menimbulkan bengkak di daerah seputar mata
  • Berhenti merokok
  • Kurangi konsumsi garam dan alcohol yang dapat memicu retensi air dan bengkak
  • Jangan menggosok daerah sekitar mata karena akan memperburuk kondisi

Comments

Add a comment